Login

Lost your password?
Don't have an account? Sign Up

Penerbitan SIM WNA Baru

Surat izin mengemudi (SIM) yang berbentuk kartu ini merupakan syarat mutlak bagi pengendara baik kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4. Tentunya, pemilik SIM haruslah berusia 17 tahun ke atas.

Apabila masih di bawah batas usia tersebut jelas dilarang mengemudi apalagi membuat SIM.

SIM merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani. Orang yang telah memiliki SIM dianggap telah memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Adanya SIM menandakan anda layak untuk mengendarai kendaraan bermotor serta dapat menjamin keselamatan diri sendiri dan orang lain serta menjaga ketertiban di jalan raya.

SIM yang berlaku di Indonesia tidak hanya bisa dimiliki oleh WNI lho, para ekspatriat atau warga negara asing juga boleh membuat SIM asalkan memenuhi persyaratannya.

Para WNA ini tentu punya kebutuhan juga akan kendaraan. Dengan memiliki SIM lokal atau internasional, WNA bisa bebas berkendara secara legal.

SIM Warga Negara Asing

SIM yang bisa dibuat di untuk WNA hanya dibatasi pada SIM A dan C saja. SIM untuk kendaraan besar atau SIM B1 dan SIM B2 hanya boleh untuk WNI. Untuk membuat SIM, ekspatriat harus menunjukkan Surat Izin Menetap Sementara (SIMS) atau Surat Izin Tinggal Tetap (SITT) serta surat izin dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

SIM A ini berlaku untuk kendaraan roda empat ringan yang umumnya adalah mobil pribadi. Sementara itu untuk SIM C berlaku untuk segala jenis sepeda motor.

Adapun berikut ini jenis SIM yang berlaku di Indonesia:

| Jenis SIM | Deskripsi | | A | Untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan berat kendaraan maksimal 3.500 kg (minimal usia 17 tahun). | | B1 | Untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan berat kendaraan di atas 3.500 kg. | | B2 | Untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat kendaraan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg. | | C | Untuk mengemudikan sepeda motor. | | D | Untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat. |